Minggu, 10 April 2016


Haii Sobb.. Lama nih uda gak ngepost. Kali ini saya mau bagi suatu teks anekdot mengenai fenomena sosial di lingkungan sekitar. Kalo ngomong masalah fenomena, fenomena sendiri adalah rangkaian peristiwa serta bentuk keadaan yang dapat diamati dan dinilai lewat kaca mata ilmiah atau lewat disiplin ilmu tertentu. Salah satu fenomena yang dapat terjadi adalah fenomena sosial. Fenomena sosial adalah gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Salah satu fenomena sosial yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah kemiskinan. Berikut teks anekdot kemiskinan.

Fakir Miskin yang Dipelihara Negara

Pada pagi hari, teman ku datang ke rumah ku karena ia bosan di rumah. Sebut saja namanya Nina. Nina memang sering datang ke rumah ku jika ia merasa bosan di rumah, apalagi di hari libur sekolah. Seperti biasa, aku mengajak Nina mengobrol di teras rumah. Hari ini, kami membicarakan tentang kemiskinan yang terjadi di sekitar kami.
Kami membicarakan tentang kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari yang mengakibatkan orang miskin semakin susah. Padahal kalau berbicara kekayaan alam Indonesia, Indonesia itu sebenarnya kaya. Sampailah kami pada obrolan tentang banyaknya anak miskin dan tidak sekolah.
“Sekarang banyak anak yang tidak bisa sekolah, banyak warga miskin. Padahal kalau kita melihat UUD, pendidikan itu hak setiap warga Negara dan seperti dalam pasal 34 UUD 1945 ayat 1 yang berbunyi fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.” Cakap ku.
Dengan mudahnya Nina menjawab, “kehidupan Negara sama seperti saat memelihara ayam pasti mengharapkan agar ayam bertambah banyak. Kalau fakir miskin dan anak yang terlantar dipelihara oleh Negara, artinya semakin lama semakin banyak.”
Aku pun tertawa dengan perkataan Nina, kemudian Nina juga tertawa. Kami pun melanjutkan obrolan kami yang semakin ngelatur saja J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar