Selasa, 24 Februari 2015

Karya Tulis Ilmiah Hutan Gundul

  1. Abstraksi


Karya tulis ini berjudul “Hutan yang gundul”. Manusia merupakan komponen lingkungan hidup yang sangat penting dan bertindak sebagai pelaku di alam ini. Saat ini, karena ulah manusia banyak hutan yang tidak berpohon lagi alias gundul. Manusia seolah tidak peduli dengan dampaknya, dan hanya mengedepankan keuntungan pribadi. Oleh karena itu, kualitas dan suhu udara pun sangat buruk sehingga mengganggu kelangsungan makhluk hidup lainnya, temasuk generasi masa depan akan terganggu dengan apa yang dibuat manusia kini.

Dari masalah itu dapat dirumuskan masalahnya yakni, (1) Apa saja penyebab kerusakan hutan?, (2) Apa akibat dari hutan yang gundul?, (3) Apa itu illegal loging?, (4) Mengapa manusia melakukan illegal loging?, (5) Bagaimana peran manusia dalam menjaga kelestarian hutan?.

Tujuan penulisan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang lingkungan hidup, serta berbagi ilmu tentang kehutanan. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan yang terdiri atas metode pustaka, metode langsung, dan metode deskripsi analisa.

Menurut UU RI no. 41 tahun 1999, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Penyelenggaraannya berasaskan manfaat dan lestari, serta bertujuan untuk kemakmuran rakyat yang berkeadilan. Tetapi, masih banyak orang yang menebang hutan sembarangan untuk keuntungan pribadi. Kegiatan menebang pohon inilah yang disebut dengan illegal loging.

Kegiatan ini sangat merugikan bagi makhluk lain dan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, kita harus menjaga kelestarian hutan kita.



  1. Kata pengantar


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, yang memberi rahmat, karunia, serta hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini tanpa satu halangan pun.

Karya tulis ilmiah ini saya susun dengan metode pustaka serta kajian tentang hutan yang gundul dengan sumber-sumber terpecaya. Dengan begitu, semuanya dapat mengembangkan ide-ide barunya.

Penulis mengucapkan terima kasih pada:

  1. Bapak Adi Iswanto MM selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan pembimbing.

  2. Ayah dan ibu yang telah mendukung pengerjaan karya ilmiah ini.

  3. Kawan-kawan yang selalu mendukung penuh penyelesaian karya.

  4. Semua pihak yang berpartisipasi dalam penulisan karya ilmiah ini.

Namun, penulis sadar bahwa karya ilmiah ini tidak sempurna. Maka, kritik dan saran sangat perlu untuk mengembangkan ide-ide penulis di masa yang akan datang.

Penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi siapapun, khususnya para pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.







  1. Daftar Isi

Halaman

Abstraksi ........................................................................................................... 2

Kata pengantar .................................................................................................. 3

Daftar isi ........................................................................................................... 4

I. Pendahuluhuan .............................................................................................. 5

  1. Latar belakang masalah .......................................................................... 5

  2. Rumusan masalah ................................................................................... 5

  3. Tujuan penulisan .................................................................................... 6

  4. Manfaat penulisan .................................................................................. 6

II. Teoretis dan metodologis ............................................................................ 7

a.Pengertian menurut konstitusi ........................................................... 7

b.Pengertian hutan menurut para ahli ................................................... 7

c. Metodologi ........................................................................................... 8

III. Pembahasan materi ..................................................................................... 8

  1. Faktor penyebab hutan gundul ................................................................ 9

  2. Upaya penyelamatan hutan .................................................................... 11

IV. Penutup ...................................................................................................... 13

  1. Kesimpulan ............................................................................................ 13

  2. Saran ....................................................................................................... 13





Bab I

Pendahuluan


1.a. Latar belakang masalah


Manusia merupakan komponen lingkungan hidup yang sangat penting dan bertindak sebagai pelaku di alam ini. Hal itu dapat didapat dari eksplorasi manusia yang sangat berkembang, karena sifat manusia yang tak pernah puas dengan apa yang ada.

Saat ini, karena ulah manusia banyak hutan yang tidak berpohon lagi alias gundul. Manusia seolah tidak peduli dengan dampaknya, dan hanya mengedepankan keuntungan pribadi. Lahan tersebut dijadikan lahan perumahan baru karena semakin bertambahnya populasi manusia. Sementara, lahan pemukiman tidak berkembang sehingga manusia mengambil jalan pintas dengan memperluas pemukiman dengan menebang hutan. Oleh karena itu, kualitas dan suhu udara pun sangat buruk sehingga mengganggu kelangsungan makhluk hidup lainnya, temasuk generasi masa depan akan terganggu dengan apa yang dibuat manusia kini.


1.b. Rumusan masalah


Berikut rumusan masalah yang dikemukakan penulis:

1. Apa saja penyebab kerusakan hutan?

2. Apa dampak yang disebabkan hutan yang gundul?

3. Apa itu illegal loging?

4. Mengapa manusia melakukan illegal loging?

5. Bagaimana peran manusia dalam menjaga kelestarian hutan?

1.c. Tujuan Penulisan


Berikut tujuan penulisan karya ilmiah oleh penulis:

1. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.

2. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan siswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.

3. Karya ilmiah yang telah ditulis diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.

4. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.

5. Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.


1.d. Manfaat Penulisan


Berikut manfaat dari penulisan karya ilmiah ini:

1. Melatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;

2. Melatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;

3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;

4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;

5. Memperoleh kepuasan intelektual;

6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;

7. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Bab II

Kajian teoretis dan metodologis


2.a.1 Pengertian hutan menurut konstitusi


Menurut UU RI no. 41 tahun 1999, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Penyelenggaraannya berasaskan manfaat dan lestari, serta bertujuan untuk kemakmuran rakyat yang berkeadilan. Hutan gundul merupakan hutan yang telah dilakukan tindakan illegal loging hingga menyebabkan hutan tersebut kehilangan kekayaan alamnya.


2.a.2 Pengertian hutan menurut para ahli


1. Dengler: hutan adalah suatu kumpulan pohon-pohon yang rapat dan menutup areal cukup luas dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekoogisnya sangat khas dan berbeda dengan areal luarnya.

2. Splurr: hutan adalah persekutuan antara tumbuhan dan hewan dalam suatu asosiasi biotis yang bersams lingkungannya membentuk sistem ekologis.

3. Ahli silvikultur: hutan adalah suatu asosiasi dari tumbuh tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon-pohon berkayu yang mempunyai area luas.

4. Ahli ekologi: hutan adalah suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang mempunyai keadaan lingkungan berbeda dari lingkungan di sekitarnya.

5. Ahli kehutanan: hutan adalah komunitas biologi yang didominasi oleh pepohonan tanaman keras.


2.b. Metodologi


Metode-metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penyusunan karya tulis antara lain:

  1. Metode Pustaka

Yaitu cara pengumpulan dengan membaca buku atau media lain yang ada hubungannya dengan topik pembahasan.

  1. Metode Langsung

Yaitu metode mencari informasi dengan mendatangi media secara langsung untuk menggali informasi.

  1. Metode Diskripsi Analis

Yaitu metode deskripsi dan analisa buku sebagai kajian tambahan untuk memperoleh informasi yang lebih bervariasi.


Bab III

Pembahasan


Dunia tengah mengalami masalah hutan yang sangat serius, baik secara kualitas maupun kuantitas. Indonesia mengalami tingkat kerusakan hutan tertinggi dunia, yaitu mencapai 72%. Pada tahun 2000 saja, kita kehilangan sampai 60 juta hektar hutan alami.

Sudah banyak bacaan hutan gundul yang mengingatkan kita akan bahaya laten yang mengintai terkait kerusakan hutan tersebut. Hutan yang sudah rusak begitu banyak memunculkan masalah beragam, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dirasakan oleh manusia.

Fungsi hutan sedianya sebagai penyerap air saat musim hujan agar tidak terjadi banjir, dan penyimpan air cadangan saat musim kemarau agar tidak terjadi kekeringan. Banyak banjir bandang terjadi di berbagai daerah karena sungai sudah tidak bisa menampung debit air akibat tidak adanya resapan air di daerah hulu sungai.

Rusaknya hutan berarti rusaknya habitat alami bagi berbagai jenis hewan yang berujung pada kematian hewan tersebut, atau hewan-hewan itu mencari tempat tinggal baru, termasuk mendatangi kawasan penduduk.

Tidak adanya pepohonan menyebabkan tanah menjadi labil karena mengandung banyak air yang pada level tertentu akan mengakibatkan tanah longsor.

Dampak langsung lainnya adalah pengaruhnya terhadap kualitas udara. Berkurangnya pohon berarti berkurangnya suplay oksigen bagi manusia dan meningkatnya suhu udara yang secara global akan mempengaruhi iklim.

Permasalahan-permasalahan yang diuraikan diatas hanya sebagian kecil dari begitu banyaknya permasalahn akibat rusaknya hutan.

Pertanyaannya adalah, sudah seberapa besarkah kepedulian Anda terhadap masalah ini? Langkah nyata apa yang telah Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas hutan sebagai jantung dunia?

Ada banyak hal kecil namun sangat bermanfaat bagi pelestarian hutan yang bisa kita lakukan di rumah walaupun rumah tempat kita tinggal berada jauh dari kawasan hutan.


3.a. Faktor-Faktor Penyebab hutan gundul

Area hutan dikatakan gundul jika mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Salah satu cirinya adalah hutan tampak gundul akibat habisnya pepohonan yang tumbuh di tempat itu.

Pohon-pohon besar ditebang untuk diambil batang kayunya guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Lahan yang sudah gundul selanjutnya dimanfaatkan untuk perkebunan, pertambangan, atau bahkan dibiarkan terlantar tak terurus.

Penyebab kegundulan hutan ini sangat kompleks di mana satu sama lainnya saling berkaitan. Namun bila kita runut satu per satu, kita akan mendapatkan benang merah dari masalah sebenarnya, yaitu sistem politik dan sistem ekonomi yang korup.

Dikatakan korup karena implementasi dari sistem-sistem tersebut cenderung mengeksploitasi sumber daya alam demi kepentingan pribadi tanpa disertai tanggung jawab.

Secara umum, faktor-faktor penyebab rusaknya hutan kita antara lain adalah:

1. Sektor Industri

Sektor industri termasuk yang paling banyak berperan dalam merusak keberadaan hutan alami. Di Indonesia saja, sekitar 3 juta hektar hutan mengalami kerusakan setiap tahunnya. Negara kita ini telah dikenal sebagai penghasil utama kayu bulat, kayu lapis, dan kayu gergajian, serta tak ketinggalan produk turunannya, yaitu pulp dan kertas.

Kebutuhan kayu yang berlebihan oleh industri kayu memicu maraknya pembalakan liar yang sangat sulit dikontrol. Hal ini juga berpotensi memunculkan tindakan penyalahgunaan hak penguasaan hutan (HPH) oleh perusahaan.

Kebutuhan kayu yang sangat besar ini pun diakomodir oleh pemerintah, salah satunya dengan penggalakan hutan tanaman industri. Jutaan hektar hutan alami dibabat untuk dijadikan hutan tanaman industri penyokong industri pulp. Sayangnya, banyak terjadi penelantaran lahan. Area yang dibabat hanya sebagian saja yang ditanami, sebagian lainnya dibiarkan terlantar.

Pembalakan liar atau illegal logging masih saja marak karena lemahnya penegakan hukum atas hal ini. Padahal hal ini memiliki andil luar biasa dalam kerusakan hutan. Penebangan pohon di kawasan hutan alami bukanlah perkara mudah sehingga harus dilakukan secara terencana. Penebangan pohon hutan yang berukuran besar dan akses jalan yang sulit tentu memerlukan alat berat dan alat-alat pendukung lainnya, serta melibatkan orang-orang yang berperan.

2. Sektor Perkebunan

Pengalihan fungsi hutan menjadi area perkebunan memiliki peran yang tidak sedikit dalam kerusakan hutan di Indonesia. Setiap tahun, jutaan hektar area hutan dibabat untuk dijadikan lahan perkebunan.

Contohnya perkebunan sawit, perkebunan coklat, dan perkebunan karet yang memang memerlukan lahan yang sangat luas. Sayangnya, hutan alami yang sudah dibabat tidak sepenuhnya ditanami secara produktif. Hanya sebagian saja yang berfungsi sebagai perkebunan, selebihnya dibiarkan terlantar tak produktif.

3. Sektor Pertanian

Pertanian termasuk memiliki andil dalam rusaknya hutan alami. Sampai saat ini, masih ada saja pihak-pihak yang melakukan pembukaan hutan untuk upaya ladang berpindah.

Program transmigrasi sebagai upaya pemertaan penduduk juga berperan dalam mengurangi hutan alami Indonesia. Para transmigran ditempatkan di daerah dan disediakan lahan terbuka untuk bertani. Untuk hal ini, pemerintah telah memangkas sekitar dua juta hektar hutan alami.

4. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dapat terjadi secara tidak sengaja dan disengaja. Kebakaran yang tidak disengaja bisanya terjadi pada musim kemarau, dimana tanaman hutan dalam kondisi kering dan pergesekan di antaranya dapat menimbulkan percikan api.

Sementara kebakaran yang disengaja kerap dilakukan oleh kelompok atau perusahaan yang akan membuka lahan hutan untuk perkebunan. Cara membakar ini dianggap lebih cepat dan lebih ekonomis. Sayangnya, tidak dibarengi dengan antisipasi saat terjadi kebakaran yang menjalar dan meluas tak terkendali ke area yang seharusnya dilindungi.


3.b. Upaya-Upaya Penyelamatan Hutan


Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan sebagai upaya penyelamatan kelestarian hutan yang sangat kita butuhkan itu.

1. Reboisasi

Reboisasi atau penanaman kembali lahan yang telah gundul adalah upaya yang manfaatnya akan terasa langsung, di mana kondisi lahan yang tadinya rusak dan gundul akan menjadi hijau kembali oleh pepohonan.

Pembangunan terasering atau sengkedan pada lahan yang miring akan berguna untuk menghambat aliran air hujan yang terserap.

2. Mengawasi Pembabatan Hutan

Kita dapat mengawasi pembabatan hutan sengan cara melaporkan kegiatan pembalakan liar kepada pihak yang berwajib dan mengawasi jalannya penegakan hukum terhadap kasus tersebut. Salah satu penyebab tak berkurangnya tindakan ilegal ini adalah tidak adanya sanksi tegas dan berat terhadap para pelaku.

Anda juga bisa membuat dan menyebarkan artikel hutan gundul sebanyak-banyaknya sebagai upaya mengingatkan masyarakat luas untuk berperan aktif dalam melestarikan hutan alami sebagai penopang kehidupan manusia di dunia.

Secara berlahan kita semua pasti telah merasakan betapa mulai sulitnya menemukan air bersih gratis saat ini. Sumber-sumber air bersih telah banyak berkurang. Untuk kebutuhan rumah tangga, banyak yang menggantungkan kebutuhan airnya pada perusahaan pengolahan air bersih. Tetapi tahukah Anda bahwa banyak dari perusahaan air bersih yang mulai kesulitan mendapatkan air karena berkurangnya sumber mata air?

Berkurangnya debit air pada sumber mata air adalah salah satu akibat dari rusaknya hutan sebagai serapan air. Jika tidak ada usaha sama sekali terhadap hal ini, bukanlah hal yang mustahil jika kita tidak bisa menemukan lagi sumber air alami. Apalagi pertambahan penduduk mengakibatkan pertambahan kebutuhan akan air bersih.

Jika Anda merasa peduli terhadap nasib kita yang tergantung pada hutan alami, maka mulailah melakukan tindakan nyata sekarang juga. Anda bisa mengurangi pemakaian produk-produk yang berbahan baku dari hasil hutan. Misalnya, menggunakan kusen dari baja ringan sebagai pengganti kusen kayu, mengurangi pemakaian kertas dan tisu, serta menghindari pemakaian sumpit kayu sekali pakai.





Bab IV

Penutup


4.a. Kesimpulan


Hutan merupakan suatu tempat yang menampung banyak komunitas dan sebagai pilar yang menyangga kelangsungan banyak makhluk hidup. Jika hutan gundul, maka kelangsungan makhluk hidup juga akan terganggu. Sebagai pelaku dari lingkungan hidup, kita harus menjaga kelestarian hutan untuk masa depan yang lebih baik lagi. Jangan biarkan hutan kita gundul! Maka dari itu, setidaknya kita tak boleh menebang hutan yang ada. Sehingga kelangsungan kehidupan berjalan dengan baik hingga masa nanti.


4.b. Saran


  • Jangan menebang hutan sembarangan

  • Tanamlah kembali lahan yang kosong

  • Rawatlah hutan, jangan membuang-buang kertas

  • Lakukan gerakan peduli lingkungan, seperti reboisasi


Daftar Pustaka

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar